Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Nasional (DPD Askonas) Provinsi Jawa Timur, menggelar Musyawarah Daerah III DPD Askonas Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berada di JW Marriot Hotel Surabaya lantai 2, di Jalan Embong Malang Surabaya.

Dalam kegiatan menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Selain itu hadir juga dari LPJK Provinsi Jawa Timur Dr.Ir Guntur Prihantono, Ketua Umum DPD Askonas Jatim Ir. Supai M. Noor dan Ketua Umum DPP Pusat H. M. Lutfi Setiabudi.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menuturkan, Asosiasi ini bisa membantu masyarakat. Untuk bisa survive berkembang, kedepannya menjadi suatu sistem yang mendukung Industri kontruksi di Jatim. Kontribusi Jatim menyumbang 1/6 ekonomi di Indonesia dan nomer 2 adalah Jatim.

“Selamat dan apresiasi dengan Askonas telah menggunakan acara dengan protokol kesehatan. Angka kontraksi Ekonomi di Jatim minus 5,9 persen. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi minimal di Jatim 5 persen,” tuturnya. Rabu (16/09/2020)

Emil menambahkan, dengan asosiasi ini bisa menyerap produk dalam dan luar negeri, bisa membuat ekonomi Jatim tumbuh dan membaik melalui investasi bangunan. Semoga di bidang kontruksi menjadi penopang ekonomi nasional dengan optimisme dan empati.

“Harapannya, di bidang kontruksi padat karya infra struktur terus berjalan sesuai amanat ibu gubernur. Tetap sesuai protokol kesehatan, selain itu setiap pembangunan disediakan ruang untuk protokol kesehatan. Kunci strategi infra struktur sebagai penggerak majunya ekonomi dimasa pandemi Covid-19,” paparnya.

Ketua Umum DPP Pusat H. M. Lutfi Setiabudi menjelaskan, masalah pemerintah mengadakan akreditasi. Askonas lolos akreditasi sesuai dengan Surat Menteri 4 September. Lebih pada yang sudah habis masa kerjanya. Ini menjadi acuan bagi kontraktor.

“Untuk dampak di produksi, ekonomi sarana dan prasarana. Kita memang harus mengutamakan kesehatan. Seperti Rumah sakit dan Sekolah. Ini berdampak pada jumlah prosentasi. Antara 70 – 80 persen karena banyak sekali pengusaha agak terseok,” jelasnya.

Menurut Ketua Umum DPD Askonas Jatim Ir. Supai, sesuai amanat Pak Wagub, padat karya merupakan pekerjaan yang bisa digunakan sesuai dengan arahan pemerintah.

“Bagaimana cara mengembangkan ekonomi ini betul kata bapak Wakil Gubernur. Antara kesehatan dan bagaimana mengatur strategi pekerja untuk pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Berikut sesuai dengan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Nomor 1410/ KPTS/ M/ 2020. Ada 38 Asosiasi yang sudah terakreditasi.

Ada 12 Asosiasi Badan Usaha Jasa Kontruksi lain antara lain, Inkindo, Akti, Gapensi, Askonas, Aki, Aspekindo, Aspeknas, Aabi, Gapenri, Gapeksindo dan Gapeknas.

Berikutnya, ada 25 Asosiasi Profesi Jasa Kontruksi antara lain, Haki, Iaki, Hatti, Isi, Intakindo, Asttatindo, Ataknas, Iai, Azka Indonesia, Asdamkindo, Iampi, Iappi, Pertapin, Gatensi, Hatsindo, Petakindo, Astekindo, Ataki, Hpji, Knibb, Astti, Hathi, Iap dan Gataki. Dan ada 1 Asosiasi terkait Rantai Pasok yaitu Apppi.

Dengan Optimis dan empati, Ekonomi pembangunan semakin berkualitas semakin mempunyai daya saing. Ini menjadi Trend Setter yang menjadi tren nasional. Kantor Askonas Jatim di Jalan Gayungsari Gayungan Surabaya. (M9)

 

SUMBER : https://detiknews.id/

Artikel

Artikel pada website ini berisi mengenai info-info terbaru baik dari dunia konstruksi maupun umum, serta kegiatan-kegiatan ASKONAS yang kami himpun dari divisi internal maupun sumber eksternal.

Lihat Artikel Lainnya